Manchester United Mau Berjaya di Liga Champions? Ini Yang Harus Dilakukan Solskjaer!

Manchester United Mau Berjaya di Liga Champions? Ini Yang Harus Dilakukan Solskjaer! – Manchester United butuh kembali ke trek yang benar setelah menelan hasil-hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir. Setan Merah mungkin bisa bangkit dengan cara meniru taktik Chelsea saat berjaya di Liga Champions musim lalu. Manchester United kesulitan mengunci kemenangan dalam beberapa minggu terakhir. Kekalahan 2-4 dari Leicester City dan 0-5 dari Liverpool tidak diragukan lagi menjadi titik rendah bagi Red Devils. Bahkan, hasil-hasil itu diyakini membuat posisi Ole Gunnar Solskjaer sempat berada di ujung tanduk.

Kemenangan comeback menjadi poin tertinggi MU sejauh ini, terutama di Liga Champions. Melawan Atalanta, Setan Merah menang 3-2 setelah ketinggalan 0-2. Mereka juga bangkit dari ketertinggalan saat menenggelamkan Villareal 2-1. Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan pada kedua momen tersebut. Ketidakmampuan mengontrol permainan dan secara meyakinkan mendominasi lawan telah menunjukkan kelemahan sistem Solskjaer. Potensi Manchester United merengkuh gelar dianggap tidak terlalu cerah, bahkan dianggap sangat berat.

Namun, Solskjaer mungkin bisa mengambil pelajaran dari Chelsea di bawah Thomas Tuchel untuk memperbaiki situasi dan mendorong Manchester United sukses di kompetisi sistem gugur, terutama Liga Champions. Ketika Tuchel bergabung ke Chelsea, dia langsung melihat masalahnya. The Blues menghadapi kesulitan dalam menggelontorkan gol, dan karena itu juga susah memenangi pertandingan. Salah satu masalah datang karena kinerja Timo Werner yang di bawah harapan.

Problem itu mirip dengan yang dihadapi Manchester United. Menghadapi West Ham United di Piala Liga Inggris dan Everton dan Aston Villa di liga, Red Devils mencatatkan 68 tembakan tetapi hanya mencetak satu gol. Tuchel pernah menghadapi masalah tidak mungkin menambah kekuatan garis serang pada bursa transfer Januari 2021. Jadi, dia memutuskan memecahkan masalah itu dengan cara berbeda. Dia menyadari timnya menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan dengan mencetak satu atau mungkin dua gol.

Tetapi, jika Chelsea dapat mengurangi kebobolan gol yang tidak perlu, The Blues akan dapat mengamankan hasil positif. Pendekatan ala Tuchel di Chelsea tersebut sangat pragmatis. Mereka mengandalkan penguasaan bola dan memotong kesalahan garis belakang, sehingga klub lebih kukuh dan membuka peluang bagi garis serang mengamankan kemenangan. Dalam mengadopsi skema 3-5-2 melawan Tottenham Hotspur, Solskjaer tampaknya banyak menerapkan prinsip-prinsip ini.

Dengan memasang lebih banyak pemain di belakang, MU mampu memutus serangan Spurs dan mencegah mereka melepaskan banyak tembakan. Raphael Varane menjalankan perannya dengan sangat baik dengan sistem itu, dengan meredam pergerakan Harry Kane. Dengan lebih banyak pemain bertahan, De Gea juga bisa lebih leluasa mendistribusikan bola. United tidak perlu bermain dengan banyak operan di belakang, yang terlalu berisiko, yang akhirnya membuat mereka berhasil mencegah Spurs melakukan tekanan yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *