7 Jenis Vitamin dan Mineral Bagi Pengidap COVID-19 yang isoman Agar Cepat Membaik

7 Jenis Vitamin dan Mineral Bagi Pengidap COVID-19 yang isoman Agar Cepat Membaik – Selama menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah, pengidap COVID-19 bergejala ringan atau tanpa gejala harus meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuhnya. Memiliki imunitas tubuh yang baik dapat meningkatkan kekebalan serta melawan virus ini. Selama isoman, pengidap COVID-19 akan selalu dipantau oleh dokter dan tenaga medis dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan di sekitar tempat tinggalnya.

Dalam pemantauan ini, pengidap juga akan diberikan paket obat-obatan beserta vitamin dan mineral. Pemberian vitamin dan mineral tersebut untuk membantu proses penyembuhan ketika pengidap terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Mengonsumsi vitamin dan mineral menjadi satu di antara hal penting selama pandemi COVID-19. Namun, perlu diingat, penggunaan vitamin dan mineral tersebut tetap harus sesuai anjuran dan saran dokter. Apa saja jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan pengidap COVID-19 agar keadaannya bisa segera membaik? Ada beberapa vitamin dan mineral yang direkomendasikan untuk pengidap COVID-19.

Berikut ini beberapa jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan pengidap COVID-19 biar cepat membaik selama melakukan isoman, disadur dari laman Klikdokter, Rabu (4/8/2021).

1. Vitamin C
Vitamin satu ini sudah menjadi andalan. Bukan tanpa sebab, vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi peradangan. Vitamin ini juga mampu memperbarui sel-sel di dalam tubuh sehingga orang yang sakit akan cepat pulih. Dosis harian yang bisa dikonsumsi yaitu 250-1.000 mg. Jangan mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg demi menghindari efek samping.

2. Vitamin D
Vitamin D merupakan nutrisi yang larut di dalam lemak dan penting untuk kesehatan serta fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini mampu meningkatkan jumlah sel darah putih, yang merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan. Bahkan, asupan vitamin D dapat meningkatkan respons tubuh terhadap pengobatan antivirus hepatitis C dan HIV. Untuk dosisnya, biasanya seseorang butuh 1.000-4.000 IU per hari. Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, termasuk influenza, asma, dan alergi.

3. Zinc
Zinc merupakan mineral yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan nutrisi ini secara signifikan memengaruhi kemampuan sistem kekebalan. Akibatnya, risiko infeksi termasuk pneumonia bisa meningkat. Anjuran batas konsumsi zinc yaitu 40 mg, jangan sampai melebihi dosis ini. Mengonsumsi zinc berlebih justru dapat mengganggu fungsi penyerapannya dan meningkatkan risiko infeksi dalam tubuh.

4. Vitamin B Kompleks
Vitamin B6 dan B12 termasuk vitamin yang bisa membuat kondisi tubuh tetap prima. Pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin B kompleks dari makanan sehari-hari maupun dari suplemen. Beberapa makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks, seperti daging sapi, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

5. Selenium
Penelitian pada hewan menunjukkan suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap strain influenza, termasuk H1N1. Sebagai antioksidan yang kuat, selenium mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang mengalami gangguan autoimun.

6. Curcumin
Curcumin merupakan senyawa utama di dalam kunyit yang bersifat antiinflamasi sekaligus meningkatkan imunitas tubuh. Dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok, curcumin juga bertugas sebagai analgesik (antinyeri) dan antiseptik.

7. Echinacea
Echinacea telah digunakan untuk mengobati pilek pada gangguan saluran pernapasan atas lainnya. Kandungan ini juga dapat meningkatkan respons terhadap vaksin flu, khususnya pada pasien bronkitis atau asma. Echinacea yang dikombinasikan dengan daun sage dan dibuat jadi semprotan tenggorokan mampu meredakan nyeri tenggorokan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *