Rekomendasi Badan Pengawas Obat Eropa soal Vaksin AstraZenecca

Rekomendasi Badan Pengawas Obat Eropa soal Vaksin AstraZenecca – Vaksin corona AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547 dihentikan sementara dan tengah diselediki karena adanya dugaan efek samping setelah penyuntikan. “Investigasi yang dilakukan adalah pengujian toksisitas dan abnormal serta sterilisasi dari vaksin tersebut,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoeban menyarankan agar vaksin AstraZeneca tidak digunakan untuk mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Dia menjelaskan bahwa saran ini berkaitan dengan beberapa kejadian pembekuan darah di Inggris.

Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada Jumat (21/5/2021) memberikan rekomendasi terkait dengan vaksin AstraZeneca. Panduan tenaga kesehatan EMA telah memberikan saran tambahan tentang pembekuan darah atau trombosit darah rendah yang terjadi setelah vaksinasi dengan Vaxzevria atau vaksin AstraZeneca. Saran bagi tenaga kesehatan, meliputi: Tidak boleh memberikan Vaxzevria kepada siapa pun yang mengalami pembekuan darah dengan trombosit darah rendah (trombosis dengan sindrom trombositopenia, TTS) setelah menerima vaksin. Wajib memeriksa tanda-tanda pembekuan darah pada setiap orang yang memiliki trombosit darah rendah dalam waktu 3 minggu setelah vaksinasi.

Wajib memeriksa tanda-tanda trombosit darah rendah pada setiap orang yang mengalami pembekuan darah dalam waktu 3 minggu setelah vaksinasi. Wajib memastikan bahwa pasien yang mengalami pembekuan darah dengan trombosit darah rendah setelah vaksinasi menerima perawatan spesialis. Meskipun pembekuan darah dengan trombosit darah rendah setelah vaksinasi sangat jarang terjadi, EMA menyarankan agar waspada terhadap gejalanya. Simak Rekomendasi Papdi Gejala yang diwaspadai Adapun EMA memperbarui rekomendasi terkait penggunaan vaksin AstraZeneca, termasuk efek samping atau gejala yang perlu diwaspadai setelah mendapat suntikan.

Anda harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami salah satu gejala berikut dalam waktu 3 minggu setelah suntik vaksin: Sesak napas Nyeri dada Kaki bengkak Sakit kaki Nyeri perut Gejala neurologis, seperti sakit kepala parah dan terus-menerus, penglihatan kabur, kebingungan atau kejang Kulit memar yang tidak biasa atau titik bulat tepat di luar tempat suntikan. Ini 5 Kondisi KIPI yang Diwaspadai Konsultasi dengan spesialis EMA memperkenalkan kontraindikasi untuk vaksin AstraZeneca pada orang yang pernah mengalami trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS) setelah sebelumnya menerima vaksin ini.

Karena TTS memerlukan perawatan spesialis, maka tenaga kesehatan perlu berkonsultasi spesialis, misalnya ahli hematologi dan spesialis koagulasi untuk mendiagnosis dan merawat kondisi tersebut. Sebelumnya, tenaga kesehatan perlu memeriksa tanda-tanda trombosis pada setiap orang yang mengalami trombositopenia dalam waktu 3 minggu setelah vaksinasi dengan AstraZeneca. Pemeriksaan tanda-tanda trombositopenia juga dilakukan pada setiap orang yang mengalami trombosis dalam waktu 3 minggu setelah vaksinasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *