Polisi masih menyelidiki Temuan Transfer Rp18 Triliun Milik WNI

Penyidik Bareskrim Polri masih belum menindaklanjuti soal uang sebesar Rp18 triliun milik WNI. Kepala Bagian Penerangan serta Umum didalamvisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menyebut, pihaknya masih belum menindaklanjuti asertaya aliran duit tersebut.

“Tergantung PPATK, laporan hasil analisisnya (LHA), didalamserahkan kepada siapa. Kalau didalamserahkan ke Bareskrim, akan didalamtindaklanjuti dengan penyelididalamkan,” ujar Martinus kepada Metrotvnews.com, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.

Polisi masih menyelidiki Temuan Transfer Rp18 Triliun Milik WNI

Martinus menegaskan sampai kali ini pihaknya masih belum menbisa permintaan dari PPATK untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “masih belum ada,” tambah didalama.

Baca juga : berita nasional lainnya

Uang tersebut didalamtemukan dari Laporan hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan serta Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) seperti didalamsampaikan kepada Menteri Keuangan. Dari data seperti didalamperoleh uang Rp18 triliun merupakan milik WNI seperti didalamtransfer dari Bank Stkamurd Chartered ke Singapura.

sama dengan didalamketahui PPATK mencurigai asertaya dugaan pencucian uang dalam transaksi duit triliunan tersebut. Semasih belumnya, regulator Eropa serta Asia Tengah memeriksa Stkamurd Chartered Plc terkait transfer sertaa janggal sebesar 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18,9 triliun (kurs Rp 13.500) dari Guernsey, Inggris, ke Singapura pada akhir 2015.

sertaa tersebut didalamtransfer oleh nasabah Indonesia. Transfer sertaa tersebut terjadidalam pada 2015 semasih belum Guernsey mengadopsi sistem Common Reporting Stkamurd (CRS), yakni sebuah kerangka kerja global untuk pertukaran data pajak pada awal 2016.

Dari hasil analisis tersebut, PPATK menyatidakan transfer sertaa itu terkait dengan dugaan tax evasion (tax fraud).