Perizinan Iklan Akan Diperketat Oleh Facebook

Untuk membuktikan ketulusan permintaan maafnya, Facebook menggulirkan peraturan baru untuk mencegah skandal Cambridge Analytica kembali terjadi. Facebook tidak lagi mengizinkan iklan menargetkan pengguna berbasis data pihak ketiga.

Perizinan Iklan Akan Diperketat Oleh Facebook

Hal ini tidak akan menghentikan pengiklan menggunakan data milik Facebook untuk menampilkan iklan kepada pengguna tertentu.

Facebook menghapus program Partner Categories, digambarkan sebagai cara untuk menargetkan pengguna berbasis perilaku online yang tidak terkait dengan Facebook.

Perilaku tersebut seperti kepemilikan rumah, membeli truk baru, atau pembeli setia dari merek atau produk.

Perusahaan pihak ketiga mengakses data dari catatan yang tersedia secara publik, penggunakan kartu loyalitas, dan survei. Mayoritas pengiklan di Facebook menggunakan data tersebut, atau menggunakan data milik mereka.

Kini data dari pihak ketiga tidak lagi dapat digunakan untuk menargetkan iklan secara langsung di Facebook, data ini masih dapat digunakan untuk melacak dampak dan efektivitas dari iklan.

Dalam beberapa minggu mendatang, General Data Protection Regulation Eropa akan merilis peraturan terkait dengan dampak.

Regulasi ini mengharuskan situs seperti Facebook, dan perusahaan yang beriklan di situs tersebut, untuk mendapatkan izin dari pengguna layanan sebelum menggunakan data guna menampilkan iklan.

Hal ini dinilai mampu mengubah keuntungan untuk Facebook serta situs dan aplikasi media sosial lainnya.

Sementara itu, Twitter, Pinterest, dan Snapchat dilaporkan bekerja sama dengan Oracle yang menyediakan data pihak ketiga, yang tidak lagi diterima oleh Facebook, terkait dengan penempatan iklan.

Product Marketing Director Facebook Graham Mudd menyebut, langkah ini akan membantu peningkatkan keamanan data pribadi pengguna di layanannya.

Sebelumnya, sumber internal Facebook menyebut bahwa Zuckerberg akan memberikan kesaksian pada sidang yang akan diselenggarakan oleh Senate Judiciary Committee Amerika Serikat pada 10 April mendatang, terfokus pada privasi data.