Pengangkut 386 Kg Ganja Dijanjikan Upah Rp80 Juta

S alias Agam, sopir yang membawa truk pengangkut 386 kilogram ganja, dijanjikan upah Rp80 juta. Kepolisian menduga upah sebesar itu yang membuat Agam berani melawan hukum.

“Upahnya Rp80 juta, tapi baru dibayar Rp20 juta,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Suwondo Nainggolan, di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Senin 16 Oktober 2017.

Catatan kepolisian, Agam pernah merasakan dinginnya jeruji besi lantaran terjerat kasus narkoba. Dari hasil pemeriksaan, Agam juga sudah satu tahun menjalani profesinya sebagai sopir truk yang mengangkut paket ganja dalam jumlah besar.

“Kami mengetahuinya setelah memeriksa saksi dan bukti yang ada,” kata Suwondo.

Polda Metro Jaya menangkap empat orang penyelundup 386 kilogram ganja. Mereka antara lain Y alias Jali, 35, yang merupakan tersangka utama pemilik ganja; S alias Agam, 45, sopir; SR alias Rajali, penerima barang; dan GS, penerima barang. Y harus meregang nyawa karena berupaya melawan saat dilakukan penyidikan.

Baca: Polisi Gagalkan Peredaran 300 Kg Ganja

Truk penganggkut paket ganja ini ditangkap polisi di ruas tol Tangerang-Jakarta pada Jumat 13 Oktober 2017.

Para pelaku diganjar Pasal 113 juncto Pasal 132 subsider Pasal 111 juncto Pasal 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. Denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.