Pemkot Bandung Sediakan Gerai Pengisian Baterai Ponsel Gratis

Adopsi smartphone mengalami pertumbuhan pesat selama beberapa tahun terakhir di berbagai negara di penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Hal tersebut juga disadari oleh pemerintah kota Bandung, yang berupaya menghadirkan fasilitas pendukung aktivitas tersebut.

Fasilitas tersebut berupa gerai pengisian daya baterai perangkat, yang telah tersedia di ruas jalan Sudirman dan beberapa titik lainnya di kota Bandung. Sejak bulan Oktober 2017 telah tersedia 19 gerai pengisian daya di ibu kota Jawa Barat ini.

Pada dua sisi gerai tersedia satu rangkaian port pengisian daya yang terdiri dari tujuh port USB. Gerai tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan tanpa perlu mengeluarkan biaya, atau gratis.

Pemerintah kota Bandung juga mengumumkan rencananya menambah jumlah gerai pengisian daya ini hingga tahun 2019, meski tidak menyebut secara rinci target jumlah gerai baru. Namun, gerai ini akan ditempatkan pada jalan raya yang ramai dilalui pejalan kaki.

“Nanti sisanya kita cicil sampai tahun depan, semua jalan-jalan utama yang dilalui orang banyak, khususnya padestrian, itu kan jalur orang berhenti ya, itu pasti kita penuhi. Ini cuma masalah dicicil,” ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Kehadiran gerai pengisian daya ini disambut baik masyarakat Bandung, salah satunya adalah Yasin. Warga Bandung ini mengaku kehadiran fasilitas ini sangat bermanfaat dan mempermudah masyarakat untuk mengisi daya smartphone tanpa perlu khawatir akan merepotkan lokasi tertentu, seperti pom bensin yang sebelumnya sering ditumpanginya untuk mengisi baterai perangkat.

Keputusan pemerintah kota Bandung dalam menghadirkan gerai tersebut selaras dengan hasil penelitian lembaga riset Counterpoint yang menyebut, rata-rata setengah pengguna smartphone di seluruh dunia menghabiskan waktu sekitar lima jam dalam sehari bersama ponselnya.

Tidak hanya untuk mendukung aktivitas dan memenuhi kebutuhan masyarakat terkait smartphone, kehadiran gerai pengisian daya ini juga dinilai menjadi bentuk dukungan pertimbuhan tingkat akses internet dari perangkat, yang hingga kini menjadi salah satu kontributor ekonomi terbesar di Indonesia.