Pemerintah Akan Mempercepat Penanggulangan Gizi Buruk di Asmat

Pemerintah melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) melakukan koordinasi penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk di Asmat. Sejumlah kementerian dan lembaga terkait turut serta dalam rapat kali ini.

Pemerintah Akan Mempercepat Penanggulangan Gizi Buruk di Asmat

Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Sylvana Maria Apituley mengatakan, kehadiran KSP ini merupakan bentuk intervensi langsung dari Presiden Joko Widodo agar segera menangani KLB di Asmat.

“Kami di sini untuk menemani, mendukung dan menegaskan bahwa negara hadir di Tanah Papua. Papua tidak pernah dilupakan di hati Presiden,” kata Sylvana sebagaimana dilansir dari Antara, di Jakarta, Rabu 17 Januari 2018.

Mereka yang ikut dalam rapat di Posko Penanggulangan Campak dan Gizi Buruk Agats, di antaranya Tenaga Ahli Utama Bidang Kajian Pengolahan Isu Ekologi Sosial Budaya Strategis KSP Bimo Wijayanto, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Danrem Merauke, dan tim kesehatan dari Mabes TNI, tim Kementerian Kesehatan, tim Kementerian Sosial.

Bupati Asmat Elisa Kambu mengungkapkan, kasus KLB campak dan gizi buruk ini terjadi sejak September 2017, dan baru diketahui pada akhir Desember 2017. Kambu mengatakan, pihaknya langsung bekerja sejak 1 Januari 2018 walaupun dengan keterbatasan tenaga medis dimiliki.

Bupati menyebut, pemerintah kabupaten memiliki satu RSUD tipe D dan 16 puskesmas. Namun, hanya tujuh puskesmas saja yang memiliki dokter. Sedangkan, jumlah dokter yang bertugas di Asmat sebanyak 12 dokter umum dan satu dokter spesialis bedah dari Program Nusantara Sehat Kemenkes.

Ia mengaku sangat terbantu lantaran pemerintah pusat dan TNI mengirim tim medis dan bantuan obat-obatan. Bantuan juga datang dari Tim Kesehatan Polda Papua, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial, dan Pemerintah Kota Surabaya berupa sembako.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo mengatakan pihaknya akan siap membantu dan melakukan pendampingan sekaligus memberikan pelayanan. Tim dari Kemenkes yang turun ke Asmat merupakan dokter spesialis, dokter umum, dan untuk melaksanakan imunisasi akan bergabung bersama TNI dan Polri untuk penanggulangan KLB campak ini.

Dia juga menyatakan akan melakukan berbagai langkah untuk penanggulangan, rehabilitasi dan tindakan selanjutnya usai penanganan KLB ini agar tidak terulang kembali. Sedangkan dari tim Kemensos mengungkapkan pihaknya telah mengirimkan bantuan makanan siap saji sebanyak 6,5 ton pada tahap awal dan akan menambah jika masih diperlukan.

Bimo Wijayanto mengakui semua kementerian, lembaga dan pemerintah daerah sudah bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing dan saling berkoordinasi. Namun Bimo mengingatkan perlu adanya tindaklanjut penanganan KLB ini dengan memperhatikan budaya masyarakat, agar program imunisasi terhadap anak ini bisa berhasil di Asmat.