Mulai April 2018 BMKG Prediksi Musim Kemarau

Baserta Meteorologi, K5tologi, serta Geofisika memprediksi musim kemarau akan dimulai pada April 2018 yang terjadi di sebagian wilayah di Tanah Air. Sementara puncaknya musim kemarau diperkirakan pada Agustus serta September 2018.

Mulai April 2018 BMKG Prediksi Musim Kemarau

“Daerah yang pertama memasuki musim kemarau Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Bali,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di Jakarta.

Dwikorita menjelaskan, asertaya perbedaan musim kemarau di daerah-daerah di Indonesia sebab iklim di Indonesia punya 3 pola curah hujan, yaitu tipe monsunal, tipe ekuatorial, serta tipe lokal.

Daerah yang mempunyai tipe hujan monsunal dalam 1 tahun mempunyai 1 puncak hujan yang umumnya terjadi pada Desember-Januari.

Daerah yang mempunyai tipe hujan ekuatorial dalam 1 tahun mempunyai 2 puncak musim hujan, yakni puncak musim hujan pertama pada Maret serta puncak musim ke2 pada November.

Sesertagkan tipe lokal mempunyai 1 puncak musim hujan yang periodenya kebalikan dari pola monsunal, yaitu pada Agustus.

“Jadi terjadinya musim kemarau tak merata di semua wilayah serta akan terus meluas hingga Oktober 2018,” tambah dia.

Awal musim kemarau yang dimulai di Nusa Tenggara serta Bali pada bulan berikutnya akan meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, Ka5ntan, serta Papua.

Saat awal musim kemarau, curah hujan mencapai 150 milimeter per bulan serta terus menurun seiring terjadinya puncak musim kemarau.

Pada puncak musim kemarau yang terjadi pada Agustus -September, curah hujan berkisar antara 20-0 milimeter per bulan atau sama sekali tak ada hujan.

Namun menurut BMKG, kemarau pada 2018 diprakirakan tak separah musim kemarau pada 2015 sebab sampai dengan pertengahan 2018 iklim di Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah, sehingga kemarau tahun ini akan berimplikasi positif pada tanaman palawija serta tanaman semusim yang tak teralu memerlukan banyak air.