Kendarai Sepeda Motor, Mahasiswa Nekat Tabrak Polisi di Depok

Mahasiswa yang mengendara sepeda motor menabrak seorang anggota polisi lalu lintas. Sepeda motor tersebut kemudian diamankan, untuk kebutuhan penyelidikan.

Kepala Satuan Lalu lintas Polres Depok Komisaris Sutomo melalui Kepala Unit Pengatur, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli Satuan Lalu Lintas Polres Depok Ajun Komisaris Sodik mengatakan peristiwa itu terjadi di depan Terminal Terpadu, Jalan Margonda, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin 6 November 2017.

Saat itu, Inspektur I Suparman tengah menjalani tugas mengatur arus lalu lintas, yang bertepatan dengan digelarnya razia zebra. “Husen Kain, 19, warga Jalan H. Subuh RT 12 RW 01 Cilandak Timur, Jakarta Selatan yang tengah mengendarai sepeda motor jenis Mio B 3658 TRY malah menabraknya,” kata Sodik di lokasi kejadian kepada Media Indonesia, kemarin 5 November 2017.

Selain menabrak Inspektur I Suparman, sepeda motor Husen yang boncengan dengan Rivaldo Gultom, 19 itu, juga menabrak separator jalan sebelum terjatuh ke aspal. “Keduanya diangkat anggota polisi dan TNI ke emperan toko,“ ujarnya

Husen sempat terjadi adu mulut dengan anggota polisi dan TNI. “Kamu, harusnya tidak bicara macam-macam. Sudah mengemudikan motor tanpa SIM dan tanpa STNK masih ngotot lagi, “ kata salah seorang anggota TNI.

Husen yang mengaku sebagai mahasiswa jurusan hukum di sebuah universitas swasta di Jakarta. Husen mengatakan, gara-gara razia, dia dan temannya batal mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester). “Harusnya saya dan Rivaldo ikut UTS di kampus tapi jadi batal gara-gara dirazia, “ katanya.

Husen mengatakan mengerti hukum, sehingga tak perlu dimintai keterangan “Saya mengerti aturan hukum, “ paparnya.

Tak sabaran mendengar ocehan Husen, polisi mengeluarkan buku tilang dan menilang motor Mio B 3658 TRY yang tidak dilengkapi STNK dan pengemudinya tidak dilengkapi SIM yang dikeluarkan kepolisian.

“Teken, kami tidak banyak waktu untuk berargumen. Anda melanggar Undang Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan maka anda kami tindak, “ tegas Sodik.

Terkait operasi zebra yang digelar pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, Sodik mengatakan berhasil menilang 210 motor dan 120 kenderaan angkutan umum (angkot) dan mobil pribadi.

“Kami berhasil menjaring ratusan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat izin mengemudi (SIM dan surat tanda nomor kendaaraan (STNK). Sebagian tidak menggunakan pengaman kepala saat berkendara,“ papar Sodik

Menurutnya, operasi yang digelar hari kemarin jumlah pelanggar lebih besar jika dibandingkan razia sebelumnya. Banyaknya kendaraan yang terjaring, menurut Sodik, karena anggota melakukan penyergapan di gang-gang yang dijadikan oleh para pengendara bersembunyi. “Kita belajar dari pengalaman sehingga anggota kita tempatkan di gang-gang,“ terangnya.