Kemenaker Akan Melakukan Upaya Untuk Membantu TKI Bermasalah

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah berupaya keras memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia (PMI). Selain itu pemerintah juga telah berupaya keras membantu penyelesaian PMI bermasalah seperti kasus yang dialami Zaini Misrin.

Kemenaker Akan Melakukan Upaya Untuk Membantu TKI Bermasalah

Sayangnya nasib Zaini harus berakhir di Arab Saudi pada Minggu, 18 Maret 2108. Pria asal Bangkalan itu telah di eksekusi mati karena diduga telah membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar al-Sindi.

“Sungguh-sungguh berupaya memberikan bantuan. Kedua, pemerintah bagaimanapun harus menghormati hukum di tempat TKI berada sehingga pemerintah jamin perlakuan TKI lebih fair,” ujar Kepala Biro Humas Kemenaker Sahat Sinurat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 23 Maret 2018.

Ia mengatakan seluruh lembaga pemerintah telah bersinergi dalam memberikan bantuan kepada PMI yang bermasalah. “Kemenaker, Kemenlu, BNP2TJI, dan Atase Ketenagakerjaan bekerja sama bagaimana mmberikan bantuan,” katanya.

Bekerja sebagai sopir di Arab Saudi, Zaini yang merupakan TKI legal ini dituduh membunuh majikannya yang bernama Abdullah bin Umar Munammad Al Sindy. Kemudian, Zaini ditangkap pada 13 Juli 2004 silam.

Zaini divonis hukuman mati pada 17 November 2008. Zaini juga mengaku bahwa mendapat tekanan dari aparat Arab Saudi untuk membuat pengakuan bahwa dia melakukan pembunuhan, yang ternyata tidak pernah ia lakukan.

Dalam proses peradilan, Zaini hanya didampingi penerjemah asal Arab Saudi yang ternyata turut serta melakukan pemaksaan pengakuan tersebut.

Migrant Care juga mendesak agar Indonesia secepatnya mengirimkan nota protes kepada Kerajaan Arab Saudi terkait eksekusi mati.