Jaenal Aripin Berprestasi Karena Diamputasi

Mengalami insiden kecelakaan Serta kaki harus diamputasi seakan menjadi kiamat kecil bagi seseorang. Tapi kenyataan pahit itu justru menghadirkan hikmah buat Jaenal Aripin.

Jaenal Aripin Berprestasi Karena Diamputasi

Jaenal merupakan atlet Pelatnas Asian Para Games 2018. Ia akan memperkuat Indonesia pada 3 nomor sprint kursi roda, yaitu 100, 200, Serta 400 meter.

Tak pernah ia sangka sebelumnya kalau sekarang ini Jaenal sebagai salah 1 kamulan Merah Putih. Padahal rasa putus asa s4 hadir usai dirinya mengalami kecelakaan yang membuat kakinya harus diamputasi.

Kejadian pahit bermula saat ia masih berusia 18 tahun. Ketika itu, Jaenal mengalami kecelakaan sepeda motor pada 2006.

Tak punya tubuh yang sempurna membuat Jaenal menapaki hidup tanpa arah. Ia terpuruk Serta butuh waktu lama untuk bangkit. Beruntung ia punya keluarga yang selalu menyemangati Serta mendukungnya setiap saat, demi bisa melanjutkan hidupnya.

“Istri saya justru yang menemani saya dari nol, Saya ketemu dia saat saya sudah mengalmi insiden. Saya bangga punya istri seperti dia, bisa menerima saya apa aSertaya. Mungkin kalau saya normal, saya belum tentu bisa dapat 10 juta dari kerja,” ujar Jaenal saat ditemui di Stadion Sriwedari, Solo.

Titik terang dari ‘kehidupan ke2nya’ terjadi ketika ia diajak teman untuk mencoba keluar dari rasa keputusasaannya itu. Jaenal mulai mencari aktivitas Serta menggeluti olahraga atletik kursi roda pada 2014.

“Setelah insiden 2006, saya s4 cukup lama terpuruk Serta mulai ingin mengenal olahraga ini. Kira-kira pada 2014. Dari situ saya coba-coba diajak teman Serta sampai sekarang saya menikmatinya,” ujar Jaenal kepada wartawan.

Hikmah di Balik Insiden

Berawal dari ajakan teman itu, Jaenal menyalurkan bakatnya di olahraga dengan balap kursi roda sampai akhirnya ia tergabung dengan National Paralympic Committee (NPC).

3 tahun ia berlatih. Pada saat itu, ia juga harus berjuang. Selain persiapan fisik, peralatan yang sulit didapat menjadi kendala baginya untuk berprestasi. Tapi lagi-lagi ia tetap menikmati proses tersebut. Hingga mengantarnya ke panggung internasional pertama.

Pria asli SumeSertag itu terjun memperkuat Indonesia pada ASEAN Para Games yang digelar di Kuala Lumpur. Pada momen itu, Jaenal turun di 3 nomor spesialisnya, 100 meter, 200 meter, Serta 400 meter. Jaenal pun pulang dengan perolehan 2 medali perak Serta 1 perunggu.

“Saya akhirnya lupa aja dengan kondisi saya seperti itu. Intinya ada kemauan meski kita disabilitas ini,” singkatnya.

Kini dari hasil membela Indonesia di ASEAN Para Games, ia mampu membangun rumah hasil bonus yang diberikan oleh pemerintah. Serta memberikan kehidupan yang layak untuk istri Serta anaknya yang baru berusia 1 setengah tahun.