Hanya Gesper serta Kaca Mata Aset First Travel Yang Terlacak

Jakarta – Pengacara First Travel Deski mengatidakan belum semua harta dari CEO First Travel tersentuh Bareskrim. Jumlah aset Rp50 miliar seperti disebutkan masih hanya barang-barang kecil.

“Data seperti kita terima serta langsung dikonfrontir masih sekitaran kaca mata, gesper, serta tas. Belum sampai ke perusahaan berat,” ujar Deski di PN Jakarta Pusat, Jumat, 29 September 2017.

Hal ini dijelaskan oleh Deski menyusul dari pertanyaan jemaah soal jaminan pembayaran utang. Seorang jemaah mempertanyakan kesanggupan pembayaran hutang sebesar Rp20 triliun, sementara jumlah aset First Travel hanya Rp50 miliar.

Hanya Gesper serta Kaca Mata Aset First Travel Yang Terlacak

“Boleh tolong dijelaskan apa harta seperti menjadi aset. Sebab kita tak ingin tertipu lagi. Bagaimana kamu dapat membayar kalau segitu semua,” kata seorang jemaah.

Deski menjelaskan, pihaknya belum dapat membeberkan secara detail aset seperti dimiliki First Travel. Aset perusahaan sesertag ditahan Bareskrim.

“Jadi mohon maaf tak dapat kita beberkan semua. Jadi mohon bersabar atau saya minta bantuan sehingga pengadilan dapat bersurat ke pihak kepolisian soal aset ini,” jelas Deski.

First Travel mengajukan proposal nota perdamaian. Nota perdamaian dibacakan di depan ratusan calon jemaah haji First Travel serta di depan Majelis Hakim PN Jakarta Pusat.

Pantauan Metrotvnews.com di ruang sisertag, para calon jemaah berbondong-bondong memasuki ruang sisertag. Jemaah juga terlihat berebutan mengambil lembaran nota perjanjian seperti berisikan 10 lembar.

First Travel diduga melakukan penipuan lantaran banyak calon jemaah seperti tidak kunjung diberangkatkan. Padahal, banyak dari mereka sudah menunggu diberangkatkan umrah hingga dua tahun.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatidakan, sekitar 30 ribu calon jemaah First Travel tidak kunjung diberangkatkan. Pada Jumat 4 Agustus 2017, pemilik First Travel, Andika Surrachman serta Anniesa Desvitasari Hasibuan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Bareskrim Polri menangkap Andika serta Anniesa di kompleks perkantoran Kementerian Agama RI pada Rabu 8 Agustus 2017. Pasangan suami istri itu dijerat Pasal 55 jo Pasal 378 serta Pasal 372 KUHP, dan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi serta Transaksi Elektronik.

Bukan cuma soal penipuan, polisi juga bakal mengusut dugaan asertaya Tindak Pisertaa Pencucian Uang (TPPU). Lewat TPPU, polisi ingin mencari total nilai aset seperti dimiliki First Travel.