Armada Bus Shenzhen Sepenuhnya Pakai Listrik

Beberapa tahun lalu, kebanyakan bus di Shenzhen, Tiongkok menggunakan mesin diesel. Namun, pada 2011, jauh sebelum kota-kota lain di dunia, Shenzhen meluncurkan bus elektrik.

Pada akhir 2017, semua bus di Shenzhen — dengan total 16 ribu bus — sudah menjadi bus elektrik. Shenzhen menjadi kota pertama yang bisa memiliki armada bus yang sepenuhnya merupakan bus elektrik.

Menurut Fast Company, untuk mencapai hal ini, Shenzhen harus membuat ribuan tempat pengisi baterai dan menanggung biaya biaya penggantian bis diesel. Perubahan ke bus listrik ini didorong oleh pemerintah lokal dan nasional.

Keduanya menawarkan subsidi untuk membuat harga bus listrik setara dengan bus biasa. Selain itu, harga bus listrik juga terus menurun, seiring dengan turunnya harga baterai lithium-ion.

Ini merupakan usaha Tiongkok untuk menyelesaikan masalah polusi mereka dan juga memenuhi rencana mereka untuk mengurangi emisi karbon. Ini juga merupakan usaha Tiongkok untuk menjadi pemimpin dalam pembuatan “kendaraan energi baru”.

“Tiongkok ingin memiliki industri bus listrik yang tangguh, jadi mereka berusaha keras untuk mengembangkan teknologi tersebut,” kata Xiangyi Li, analis riset di Ross Center for Sustainable Cities di organisasi riset World Resources Institute.

Li mengunjungi Shenzhen dan salah satu operator bus, Shenzhen Bus Group, untuk mempelajari bagaimana cara sistem ini dijalankan.

BYD (Build Your Dream) adalah salah satu manufaktur bus listrik di Shenzhen. Perusahaan itu juga merupakan salah satu manufaktur baterai lithium-ion terbesar di dunia. Kini, mereka menjual kendaraan ke 50 negara. Pada 2016, mereka mengalahkan Tesla dan menjadi manufaktur kendaraan listrik terbesar.