Antisipasi Kebakaran Bangunan Cagar Budaya Didukung oleh Ikatan Arkeolog

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menggelar seminar ‘Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat’. Seminar ini untuk memberi pembakalan kepada pemangku kepentingan agar melindungi cagar budaya dari bencana kebakaran.

Antisipasi Kebakaran Bangunan Cagar Budaya Didukung oleh Ikatan Arkeolog

“Ini adalah respons IAAI atas terjadinya berbagai bencana kebakaran di bangunan-bangunan cagar budaya dan rumah adat. Apa yang terjadi sangat memprihatinkan,” kata ketua IAAI, Wiwin Djuwita Ramelan di Auditorium Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 5 April 2018.

Wiwin mengatakan sepanjang Januari-Februari 2018, terjadi dua bencana kebakaran yang menghanguskan cagar budaya, yaitu di Museum Bahari, Jakarta Utara dan kawasan pecinan di Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

“Namun kita tak harus saling menyalahkan, namun bersama-sama kita harus paham bagaimana merawat bangunan cagar budaya berdasarkan etika,” imbuh Wiwin.

Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menilai kesadaraan masyarakat akan potensi kebakaran masih rendah. sebab itu diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran.

“Untuk mencegah terjadi kebakaran itu tanggung jawab kita semua. Pengguna dan penghuni di lingkungan tersebut. Namun problemmya kesadaran kita masih sangat terbatas. Kesadaran ini masih perlu ditingkatkan, sehingga kita bisa waspada 24 jam,” kata dia.

Seminar ini menghadirkan empat orang narasumber, di antaranya; Arsitek Pelestari, Yori Antar; Anggota Tim Sidang Pemugaran Pemprov DKI Jakarta, Oesrifoel Oesman; Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemprov DKI Jakarta, Subejo; serta Direktur Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan Bappenas, Almich Alhumami.