Pria Bule Nikahi Wanita Indonesia Rela Tinggal di Hutan Selama 15 Tahun

Pria Bule Nikahi Wanita Indonesia Rela Tinggal di Hutan Selama 15 Tahun – Tinggal di hunian megah nan mewah, rasanya kini menjadi impian banyak orang. Namun, seorang warga negara (WN) Kanada justru tidak demikian. Pria ‘bule’ tersebut rela menanggalkan seluruh pekerjaannya di Kanada hingga Jakarta. Semua itu dilakukannya demi tinggal di perkampungan yang masih asri. Lantas, seperti apa cerita selengkapnya? Simak ulasannya berikut, dilansir dari kanal YouTube Petualangan Alam Desaku, Selasa (14/9/2021).

15 Tahun Tinggal di Kampung
Mengenakan kaos sederhana ditemani parang serta banyak tanaman cantik berjajar, Marko nampak antusias menata halaman. Pria asal Kanada ini kini diketahui tinggal di Kampung Kalangsari, Kondangjajar, Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat. Setelah menikah dengan seorang wanita asal Jawa Barat, dia pun telah menetap tinggal di kampung selama 15 tahun. Ia berencana untuk tinggal selamanya di Tanah Air.

“Sudah 15 tahun. Saya berencana hidup di sini,” katanya. Marko memiliki tekad kuat untuk tinggal di Indonesia hingga akhir hayat. Bukan tanpa alasan, Marko menuturkan jika dirinya memang sosok pria yang gemar untuk dekat dengan alam. Menurutnya, alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya kini begitu cantik. Hal ini lah yang membuatnya rela berpindah dari Jakarta ke Jawa Barat. “Kenapa kok milih tinggal di Indonesia?” tanya sang presenter.

“Intinya mungkin karena saya cari alam, saya ingin ke alam. Saya pernah kerja di Jakarta, kerja di berbagai perusahaan, akhirnya pindah ke sini,” katanya. Awalnya, Marko hanya diajak sang istri untuk berkunjung ke kampung halaman kedua orangtua di Jawa Barat tersebut. Namun, Marko justru langsung jatuh cinta dengan alam di perkampungan itu.

“Dia (istri) saya pernah berkunjung ke Kanada, tapi dia kurang betah di sana. Sementara, saya senang di sini. Setelah menikah, saya diperkenalkan dengan kampung halamannya, saya suka waktu itu walaupun masih berkarier di Jakarta,” ujarnya. Kini, Marko beserta istri memilih untuk hidup sederhana di kampung bersama pepohonan serta tanaman yang dirawatnya. Bahkan, Marko kini lebih memilih untuk menjadi petani dan bekerja serabutan. “Sekarang saya berkebun, memangkas pohon, cangkul kadang-kadang,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *