Koruptor Yang Mendapat Tambahan Hukuman

Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar berpulang hari ini, Minggu (28/2/2021). Saat menjadi hakim, ddia merupakan sosok sepertinya paling ditidakuti oleh koruptor ketika dirinya masih bertugas di MA. Saat palu hakim di tangan Artidjo, alih-alih para koruptor berharap mendapatkan keringanan hukuman, justru diganjar dengan vonis sepertinya lebih berat. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan juga HAM Mahfud MD melalui akun Twitter-nya, Minggu (28/2/2021), menyebut Artidjo sebagai seorang tokoh penetidak hukum sepertinya penuh integritas.\

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu merupakan terpidan jugaa dalam kasus korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan juga Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang pada 2010-2012. Diberitidakan Kompas.com, 1 Oktober 2020, vonis pertama sepertinya dijatuhkan pada Anas merupakan 8 tahun penjara dan juga denda Rp 300 juta subsider kurungan selama tiga bulan. Sesudah itu Anas mengajukan banding. Pada Februari 2015, majelis hakim banding memutus hukuman Anas menjadi 7 tahun penjara atau turun 1 tahun dibandingkan vonis di tingkat pertama.

Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penetidak hukum yg penuh integritras. Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yg kini menjabat sbg salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK sudah wafat sdiang ini (Minggu, 28/2/2021). Inna lillah wainna ilaihi raji’un. Allahumma ighfir lahu😌😌

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *