Menjajal Xiaomi Mi A2

12 views
banner 300x280

Xiaomi telah membawa ponsel Android One generasi terbarunya ke pasar Indonesia. Xiaomi Mi A2 sudah diantisipasi konsumen sebagai smartphone yang kembali menawarkan spesifikasi menarik dengan sistem operasi Android murni, yang diklaim lebih ringan dari antarmuka khusus buatan vendor ponsel Android manapun.

Menjajal Xiaomi Mi A2

OS Android murni juga diklaim sangat kompatibel dengan aplikasi apapun. Menyasar konsumen kelas menengah, Xiaomi Mi A2 juga diharapkan membawa beberapa hal baru yang membuat konsumen memilihnya.

Kita sendiri tahu bahwa saat ini cukup banyak pemain smartphone di kelas yang sama dengan Xiaomi. Perlahan tapi pasti, mereka juga menawarkan produk dengan spesifikasi, fitur, dan harga yang bersaing. Mampukah Xiaomi Mi A2 menarik minat konsumen? Inilah ulasan Medcom.id.

Desain
Secara mengejutkan, Xiaomi Mi A2 punya desain yang tidak mengikuti tren saat ini. Sisi depannya yang tanpa poni memberikan kesan yang kurang menarik, sama seperti saat ponsel Tiongkok baru membanjiri pasar smartphone. Sejujurnya, tampilan depan Mi A2 Lite lebih keren.

Di sisi lain, Xiaomi Mi A2 menekan bezel setipis mungkin, dengan rasio layar ke bodi 77,4 persen. Layarnya Xiaomi Mi A2 sendiri berukuran 5,99 inci, yang cukup terasa besar saat dipegang satu tangan. Di sisi lain, balutan materialnya memberikan grip yang cukup baik.

Ini masih kalah dengan ponsel lain di kelas yang sama, bahkan boleh dibilang beberapa ponsel dengan harga yang lebih terjangkau. Pada umumnya, ponsel yang meluncur jelang akhir tahun 2018 punya rasio layar ke bodi mencapai 82 persen.

Hasilnya, Anda masih bisa melihat bingkai yang cukup besar pada sisi atas dan bawah layar Xiaomi Mi A2. Bezel atas layar adalah tempat terpasangnya dua kamera depan, speaker, dan satu LED flash.

Beralih ke sisi belakang, Xiaomi Mi A2 punya dua kamera yang bingkainya cukup besar. Dua lensa menghimpit satu LED flash, ditutup pelindung yang tahan gores.

Menariknya, pelindung ini punya dimensi yang cukup besar pula, sehingga bagian kamera sedikit menonjol. Alur khusus untuk antena dirancang mengitari sisi pinggir, yang membuatnya tidak begitu terlihat dari sisi ini.

Alur khusus ini berada pada sisi atas dan bawah. Xiaomi Mi A2 mencoba memberikan kesan bersih dengan tidak banyak memberikan ornamen khusus pada bagian belakangnya. Selain pemindai sidik jadi membulat di tengah, hanya ada logo Mi dan Android One pada posisi agak bawah.

Xiaomi Mi A2 punya antarmuka fisik yang sedikit. Selain tombol power dan volume pada pinggir kanan, hanya akan terlihat slot SIM sekaligus MicroSD pada pinggir kiri. Port USB-C untuk pengisian daya dan transfer data ada di pinggir bawah, terhimpit 12 lubang speaker. Seperti biasa, Xiaomi Mi A2 juga punya pemindai infra merah dan lubang speaker kecil.

Xiaomi Mi A2 menawarkan Android 8.1. Tidak ada kustomisasi khusus, sama seperti ponsel Android One pada umumnya. Anda akan melihat tampilan antarmuka khas Google yang menekankan desain ikon membulat, termasuk tampilan folder. Beberapa aplikasi yang dibawanya menawarkan fungsi esensial.

Sama seperti Mi A1 dan Mi A2 Lite, Xiaomi Mi A2 memasang beberapa aplikasi dari MIUI, yang sebenarnya penting tidak penting. Namun, Mi Remote nantinya tetap menjadi aplikasi sederhana bawaan Xiaomi yang di luar dugaan berguna untuk kehidupan Anda.

Berhubung Android murni, semua pengaturan juga sepenuhnya menghadirkan pilihan standar. Begitu mengakses Settings, Anda langsung melihat tampilan standar Android. Pencarian pengaturan khusus bisa lebih cepat via bar Search. Ada juga pengaturan lainnya yang akan mengaktifkan fungsi Xiaomi Mi A2.

Sayangnya, satu kelemahan yang saya lihat adalah informasi yang tak lengkap pada pilihan About Phone. Terlepas dari hal itu, pengguna Xiaomi Mi A2 boleh senang karena ponselnya akan mendapat prioritas pembaruan Android.

Dalam peluncuran Xiaomi Mi A2 dan Mi A2 Lite, perusahaan asal Tiongkok itu menyebutkan bahwa kamera merupakan salah satu kelemahan dari Mi A1. Para penggemar ingin kamera dari penerus Mi A1 diperbaiki.

Karena itu, Xiaomi memasang kamera ganda yang menggabungkan sensor 12MP dan 20MP. Selain itu, kamera belakang Mi A2 juga memiliki aperture f/1.8, yang diharapkan akan bisa membuat gambar yang diambil pada malam hari menjadi lebih terang.

Alhasil, Xiaomi Mi A2 dapat menghasilkan gambar yang sangat baik, terutama ketika Anda menggunakannya untuk mengambil foto di siang hari. Mi A2 dapat mengambil foto dengan detail. Tidak hanya itu, warna yang dihasilkan pun cukup akurat.

Kamera Mi A2 juga dapat fokus dengan cepat. Jadi, ketika Anda mengambil foto dari objek yang bergerak, seperti mobil misalnya, gambar yang ditangkap masih cukup jelas dan tidak mengabur.

Sama seperti kebanyakan ponsel dengan dua kamera belakang, dua kamera belakang pada Mi A2 memungkinkan Anda untuk mengambil gambar dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur.

Pada ponsel kelas menengah, terkadang hasil foto Bokeh yang dihasilkan terlihat tidak natural. Terkadang, kamera ponsel seolah tidak bisa membedakan objek yang ingin ditangkap dengan latar belakang gambar. Namun, Mi A2 dapat menangkap foto Bokeh dengan cukup baik.

Tentu saja, fitur pada Mi A2 tidak bisa dibandingkan dengan pada smartphone premium. Anda tidak akan bisa mengatur tingkat kekaburan latar belakang setelah foto diambil misalnya.

Untuk masalah kamera depan, Xiaomi hanya memasang satu kamera dengan resolusi 20MP. Meskipun begitu, Xiaomi sudah melengkapi ponselnya ini dengan software yang memungkinkan Anda mengambil foto selfie dengan efek Bokeh.

Kami menguji Xiaomi Mi A2 dengan 3DMark dan PCMark. Seperti yang bisa Anda lihat pada tabel di bawah, Xiaomi Mi A2 memiliki nilai benchmark yang baik, mengalahkan sebagian besar pesaingnya. Namun, hasil benchmark bukanlah segalanya.

Xiaomi Mi A2 mengadopsi prosesor Snapdragon 660, generasi baru yang menjanjikan peningkatan secara performa dan konsumsi baterai. Apa yang ingin ditekankan Qualcomm lewat prosesor ini adalah kemampuan kecerdasan buatan, yang secara operasional diatur oleh pihak produsen smartphone.

Anda tidak akan menemukan masalah saat bermain PUBG Mobile pada Xiaomi Mi A2. Secara bawaan, game ini mendeteksi pengaturan medium sebagai yang terbaik, dengan beberapa opsi peningkatan visual yang masih bisa diaktifkan tanpa mengurangi performa permainan. Kami mencoba bermain selama setengah jam, dan tidak ada suhu panas yang cukup mengganggu.

Sementara dari segi baterai, Xiaomi Mi A2 hanya bisa bertahan selama 7 jam 41 menit. Ini tidak jauh berbeda dari Honor 9i, walau Samsung Galaxy A6 bisa mengalahkan Mi A2 dengan margin yang sangat jauh. Alasannya adalah kapasitas baterai yang tergolong kecil untuk smartphone Xiaomi.

Dari segi kamera, Mi A2 sudah lebih baik dari Mi A1. Xiaomi Mi A2 bisa menghasilkan foto yang sangat baik saat digunakan di siang hari. Warna yang diambil akurat dan ia bisa fokus dengan cepat, sehingga Anda masiih bisa mengambil foto yang bergerak.

Dengan dua kamera, Anda juga bisa mengambil foto dengan efek Bokeh, meski tanpa fitur pada smartphone premium. Kamera depannya pun dapat menghasilkan gambar yang baik dan sudah dapat mengambil efek Bokeh, meski ia hanya memiliki satu kamera.

Selain kemampuan kamera, secara desain, Xiaomi Mi A2 masih bisa dibilang menarik, walaupun layarnya tidak ikut tren kekinian. Mungkin, Xiaomi mencoba memberikan kesan ini adalah ponsel Android One yang tampil beda. Desain belakangnya yang punya kamera agak menonjol juga tetap terlihat menarik, terlepas dari gayanya yang sama saja dengan ponsel seri Redmi.

Kelemahan Xiaomi Mi A2 terlihat dari kapasitas baterai yang kurang besar, sehingga berdampak pada daya tahan operasional yang lebih singkat dari kompetitornya.

banner 300x280