Mencoba Laptop 2-in-1 Ryzen Lenovo Yoga 530

17 views
banner 300x280

Di era digital, Anda dituntut untuk dapat memanfaatkan waktu dengan lebih efisien. Anda tidak lagi harus pergi ke kantor untuk bekerja.

Sebagai gantinya, Anda bisa bekerja darimana saja. Berkat teknologi yang semakin canggih, ada berbagai peralatan yang bisa menunjang produktivas Anda, seperti smartphone, tablet dan laptop.

Masing-masing perangkat tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Tablet memang menawarkan mobilitas yang lebih baik dari laptop, tapi daya komputasinya tentu masih kalah jika dibandingkan dengan laptop.

Sebaliknya, walau memungkinkan Anda untuk bekerja dengan lebih produktif, laptop memiliki bodi lebih besar.

Tapi, apa itu berarti Anda harus membawa laptop dan tablet sekaligus? Untungnya, ada banyak perusahaan pembuat laptop yang menawarkan lini perangkat 2-in-1, yang memang telah mulai populer beberapa tahun lalu. Yoga dari Lenovo merupakan lini perangkat 2-in-1 yang cukup populer. Pada bulan Agustus lalu, Lenovo meluncurkan Yoga 530, yang sudah menggunakan Ryzen 5 sebagai prosesornya.

Bagaimana performanya?

Desain
Pada dasarnya, ada dua tipe perangkat 2-in-1. Pertama, perangkat serupa tablet yang jika Anda pasangkan keyboard akan bekerja seperti laptop, seperti Microsoft Surface. Kedua, laptop dengan engsel yang memungkinkan Anda untuk memutar layar 360 derajat sehingga ia bisa rata dengan bagian belakang laptop. Sehingga Anda bisa menggenggamnya layaknya tablet.

Sama seperti pendahulunya dalam lini Yoga, Yoga 530 memiliki desain tipe yang kedua. Dengan bobot 1,6 kilogram, Yoga 530 bukanlah laptop 2-in-1 paling ringan yang ada saat ini.

Meskipun bobot dari laptop ini bukan masalah ketika Anda menggunakannya dalam mode laptop, tent atau stand, biasanya ini akan berpengaruh ketika Anda melipat laptop dan menggunakannya seperti tablet.

Yoga 530 memiliki bezel yang cukup tebal, terutama pada bagian bawah layar. Meskipun begitu, ini sebenarnya akan menguntungkan Anda. Ketika Yoga 530 ada dalam mode tablet, Anda bisa memegangnya dari samping tanpa perlu khawatir tangan Anda akan menyentuh layar.

Dari segi tampilan, Yoga 530 memang tidak terlihat istimewa. Bagian layar berwarna hitam dengan tulisan “Yoga” pada salah satu sisi atasnya. Pada bagian dalam, Anda akan kembali melihat warna hitam. Bagi orang praktikal seperti saya, ini sebenarnya bukan masalah besar.

Keyboard dari Yoga 530 dapat memberikan tactile feedback yang cukup baik, sehingga mengetik di laptop ini terasa memuaskan. Jarak antar tombol pas sehingga saya tidak memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan diri untuk menggunakannya. Lenovo juga sudah memasang backlit pada keyboard-nya, membantu Anda mengetik ketika kondisi gelap.

Touchpad dari laptop ini cukup luas dan sensitif meski tidak terlalu sensitif. Ditujukan untuk kreator, Yoga 530 memiliki layar touchscreen yang mendukung stylus bernama Active Pen yang menggunakan baterai AAA.

Dalam acara peluncuran, Lenovo menyebutkan alasan mereka menggunakan baterai AAA adalah untuk memudahkan pengguna jika mereka ingin menggantinya.

Sayangnya, Lenovo tidak melengkapi Yoga 530 dengan tempat khusus untuk Active Pen. Memang, Anda bisa meletakannya pada salah satu port USB pada bagian samping laptop. Namun, saya kurang menyukai memasang Active Pen pada port USB berarti Anda hanya akan bisa menggunakan satu port USB saja.

Selain dua port USB 3, Yoga 530 juga memiliki satu port USB Type-C, slot HDMI, port audio dan card reader yang terletak di dekat tombol power, yang terletak di sebelah kanan.

Lain halnya dengan laptop 2-in-1 ASUS, seperti VivoBook Flip 14 misalnya, Lenovo tidak memasang tombol volume pada bagian samping laptop. Padahal, ini bisa memudahkan Anda untuk mengatur volume ketika menggunakan laptop dalam mode selain laptop.

banner 300x280

Tinggalkan pesan "Mencoba Laptop 2-in-1 Ryzen Lenovo Yoga 530"

Penulis: 
    author