Alokasi Anggaran Pemeliharaan Buoy dipertanyakan oleh Komisi V

24 views
banner 300x280

Salah satu hal yang mengejutkan dari bencana gempa bumi dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, adalah tidak berfungsinya alat pendeteksi gelombang pasang dan tsunami (buoy). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, 22 buoy tidak berfungsi sejak 2012.

Alokasi Anggaran Pemeliharaan Buoy dipertanyakan oleh Komisi V

Ketua Komisi V DPR RI Farry Djemi Francis mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi. Padahal, setiap tahun sudah dianggarkan Rp30 miliar untuk membiayai operasional 22 buoy.

Politikus Gerindra itu menyampaikan, berdasarkan keterangan dari BNPB, pengoperasian alat deteksi tsunami berada di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) BMKG 2018, terdapat alokasi anggaran Rp116 miliar untuk Program Kegiatan Pengelolaan Gempa Bumi dan Tsunami BMKG. Dalam program tersebut termasuk di dalamnya untuk memberikan informasi akurat tentang gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

“Lantas, ketika faktanya tidak ada alat deteksi tsunami yang berfungsi, ke mana larinya anggaran tersebut? Dengan total anggaran Rp1,7 triliun per tahun untuk BMKG, harusnya buoy bisa beroperasi dan manajemen antisipasi tsunami bisa berjalan dengan baik. Sebab itu, kami mendesak transparansi dan penjelasan sejujurnya dari BMKG akan hal ini,” kata Fary, tegas.

Farry menyebutkan, kinerja BMKG tengan dalam sorotan. Sebab, BMKG tidak menjelaskan secara jelas implementasi anggaran yang diberikan setiap tahun, khususnya pemeliharaan instrumen deteksi dini tsunami dan lainnya.

“Saat pembahasan RAPBN 2018 antara Komisi V bersama Kepala BMKG minggu lalu, Fraksi Gerindra DPR walk out meninggalkan sidang. Selain karena Kepala BMKG tidak mampu menjelaskan pengalokasian anggaran, khususnya pemeliharaan instrumen deteksi dini tsunami dan instrumen lainnya, juga berkaitan anggaran yang diberikan untuk BMKG terus mengalami penurunan,” kata dia.

banner 300x280

Tinggalkan pesan "Alokasi Anggaran Pemeliharaan Buoy dipertanyakan oleh Komisi V"

Penulis: 
    author