Boediono Mengakui Adanya Pendapat Penghapusan Utang BDNI

32 views
banner 300x280

Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung disebut mengusulkan penghapusbukuan utang Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) sebesar Rp2,8 triliun. Padahal, Rp2,8 triliun tersebut merupakan pembayaran yang dilakukan oleh Sjamsul Nursalim selaku pemilik BDNI dengan menggunakan aset bermasalah.

Boediono Mengakui Adanya Pendapat Penghapusan Utang BDNI

Hal tersebut diungkap Menteri Keuangan periode 2001-2004 Boediono saat bersaksi untuk Syafruddin dalam sidang lanjutan perkara korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Boediono menyampaikan, usulan tersebut disampaikan Syafruddin dalam sidang kabinet di Istana Negara 11 Februari 2004.

“Intinya penghilangan atau pengurangan utang sebelumnya,” ujar Boediono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018.

Jaksa lantas membuka rekaman sidang kabinet saat itu. Dalam rekaman tersebut, diketahui Syafruddin menyampaikan soal penghapusan utang Rp2,8 triliun milik BDNI.

Saat itu Syafruddin menyebut, utang petambak awalnya Rp3,9 triliun. Namun, BPPN menghitung jika yang bisa dibayar petani hanya Rp1,1 triliun. Sisanya, sebesar Rp2,8 triliun dihapus, karena akan membebani dari petani tambak.

Boediono tak membantah soal isi rekaman tersebut. Kendati begitu, ia menyebut, sampai akhir sidang tak ada kesimpulan soal keputusan penghapusan tersebut.

“Bahwa sampai akhir sidang kabinet, tidak ada kesimpulan yang dibacakan. Jadi sampai selesai (tidak ada keputusan),” kata Boediono.

Selain itu, Syafruddin juga tidak pernah menjelaskan soal landasan hukum dalam usulan penghapusbukuan itu. Menurut Boediono, Syafruddin hanya menjelaskan yang terkesan tidak ada masalah misrepresentasi dalam utang BDNI.

“Kesan kami, dianggap tidak ada masalah, misrepresentasi itu kami tidak mengetahui,” pungkasnya.

banner 300x280

Tinggalkan pesan "Boediono Mengakui Adanya Pendapat Penghapusan Utang BDNI"

Penulis: 
    author